Madurania
Saturday, December 6, 2014
Wednesday, September 24, 2014
Visit Madura 2014
Explore Madura Island
17-19 Oktober 2014
Paket Wisata hunting photography ke Pulau Garam
3 malam 2 hari
Jumat, 17 Oktober 2014
Jam 20.00Meeting point di Bandara Juanda, Surabaya
Jam 22.00Perjalanan ke Madura dan Makan malam di Sumenep
Jam 23.00Check in Hotel/Istirahat di Sumenep
Sabtu, 18 Oktober 2014
Jam 04.00Menuju Pantai Slopeng dan Makan Pagi di Sumenep
Jam 08.00Ke Museum Kraton Sumenep
Jam 11.00Check Out Hotel dan menuju Goa Keramik Sumenep
Jam 13.00Nonton Sapi Sonok dan Makan Siang di Pamekasan
Jam 15.00Check in Hotel, Istirahat di Pamekasan
Jam 18.00Kuliner Khas Madura (Sate Madura, dll)
Jam 19.00Nonton Event Semalam di Madura dan Makan malam
Jam 23.00Ke Api Alam Pamekasan
Jam 24.00Kembali ke Hotel
Minggu, 19 Oktober 2014
Jam 07.00Sarapan Pagi
Jam 08.00Nonton Final Karapan Sapi di Pamekasan
Jam 11.00Kembali ke Hotel, Makan Siang dan Check Out
Jam 13.00Ke Kampung Batik, Ladang Garam
Jam 15.00Menuju Bandara Juanda dan Belanja Oleh2 (biaya masing2)
Jangan lewatkan !
Seat terbatas ……
Hanya 1,5 jt/pax
Sudah termasuk :
- Hotel Terbaik Madura
- Transportasi Full AC
- makan 2x per hari
- Free semua ticket
- Snack & air minum
Bonus doorprice Souvenir Unik bagi yg beruntung !
Meeting Point di Surabaya/PP :
- Bandara Juanda SUB
- Stasiun Kereta Api
- Terminal Bus Bungurasih
(Jum'at, 17 Oktober 2014 jam : 19.00 WIB)
Informasi & pendaftaran :
mas moel madura :
Phone : +62 858 52212666
Notes : Jadwal kegiatan dapat berubah, menyesuaikan kondisi dan keadaaan
Bekerjasama dg www.kakigatel.com
Wednesday, August 6, 2014
Saturday, June 21, 2014
Wednesday, February 27, 2013
Penting Buat Wanita
Seberapa feminimkah kamu ??
Dikutip dari kompas.com
Perempuan yang sukses dalam kariernya kerap menonjolkan energi maskulin dalam dirinya. Energi feminin yang dimiliki secara alami oleh setiap orang, seperti kelembutan, penerimaan, memberi, kadang menghilang ketika sisi maskulin menguasai diri. Padahal, pria lebih mudah takluk hatinya dengan perempuan sukses yang juga mampu memunculkan dan mengelola energi femininnya.
Janet Ong, relationship coach, mengatakan kalau Anda kesulitan mendapatkan pasangan sejati, cobalah berikan ruang lebih banyak pada energi feminin untuk menaklukkan energi maskulin dalam diri, yang juga kerap mendominasi kaum pria.
Selain itu, singkirkan juga sejumlah anggapan yang menyulitkan Anda dalam memunculkan energi feminin tersebut. Seperti: "Pria yang merasa terintimidasi oleh perempuan sukses adalah mereka yang tidak percaya diri" atau "Pria merasa terancam dengan kehadiran perempuan sukses".
Ong menyarankan, fokuslah pada kekuatan energi feminin yang ada dalam diri Anda. Misalnya, alih-alih menuntut perhatian pria dan menunggunya untuk lebih terbuka dengan Anda, akan lebih baik jika bertindak sebaliknya. Menunjukkan perasaan, berbicara terbuka, berbagi merupakan karakter feminin yang dapat mengalahkan sisi maskulin dalam diri Anda. Ketika energi maskulin dalam diri terkalahkan, Anda juga berhasil menaklukkan maskulinitas pria dan membuatnya merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya kepada Anda.
Kemampuan mengelola sisi feminin dan maskulin yang terdapat dalam diri setiap orang berdampak pada hubungan percintaan. Semakin kuat energi feminin yang Anda hadirkan dalam percintaan, seperti rasa kasih sayang, kelembutan, dan lainnya, maka Anda semakin mampu menarik perhatian pria. Namun bukan berarti Anda berpura-pura menonjolkan sisi feminin untuk menggaet pria idaman. Mengertilah bahwa pria, dengan sisi maskulin yang menonjol dalam dirinya, membutuhkan pasangan yang bisa dan mau dilindunginya, disayanginya, selain juga pria ingin dibutuhkan oleh Anda.
Anda boleh menonjolkan sisi maskulin dalam diri ketika berada dalam dunia kerja. Dengan menunjukkan bahwa kualitas Anda tak kalah hebatnya dengan pria. Namun dalam percintaan, Ong menyarankan, Anda perlu meredam sisi maskulin dan menonjolkan energi feminin tersebut. Walaupun bukan berarti Anda tak bisa menggunakan energi maskulin dalam percintaan.
Prinsipnya, untuk mendapatkan hubungan yang harmonis dan setara, Anda dan pasangan perlu lebih peka untuk mengelola energi feminin dan maskulin yang ada dalam diri setiap pribadi. Semakin Anda mampu mengendalikan dua energi ini, berbagai sisi kehidupan Anda pun akan lebih seimbang dan harmonis.
Coba saja temukan sisi feminin dalam diri Anda, yang sekiranya mampu menyelamatkan hubungan atau bahkan membantu Anda menemukan pria idaman.
Dikutip dari kompas.com
Perempuan yang sukses dalam kariernya kerap menonjolkan energi maskulin dalam dirinya. Energi feminin yang dimiliki secara alami oleh setiap orang, seperti kelembutan, penerimaan, memberi, kadang menghilang ketika sisi maskulin menguasai diri. Padahal, pria lebih mudah takluk hatinya dengan perempuan sukses yang juga mampu memunculkan dan mengelola energi femininnya.
Janet Ong, relationship coach, mengatakan kalau Anda kesulitan mendapatkan pasangan sejati, cobalah berikan ruang lebih banyak pada energi feminin untuk menaklukkan energi maskulin dalam diri, yang juga kerap mendominasi kaum pria.
Selain itu, singkirkan juga sejumlah anggapan yang menyulitkan Anda dalam memunculkan energi feminin tersebut. Seperti: "Pria yang merasa terintimidasi oleh perempuan sukses adalah mereka yang tidak percaya diri" atau "Pria merasa terancam dengan kehadiran perempuan sukses".
Ong menyarankan, fokuslah pada kekuatan energi feminin yang ada dalam diri Anda. Misalnya, alih-alih menuntut perhatian pria dan menunggunya untuk lebih terbuka dengan Anda, akan lebih baik jika bertindak sebaliknya. Menunjukkan perasaan, berbicara terbuka, berbagi merupakan karakter feminin yang dapat mengalahkan sisi maskulin dalam diri Anda. Ketika energi maskulin dalam diri terkalahkan, Anda juga berhasil menaklukkan maskulinitas pria dan membuatnya merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya kepada Anda.
Kemampuan mengelola sisi feminin dan maskulin yang terdapat dalam diri setiap orang berdampak pada hubungan percintaan. Semakin kuat energi feminin yang Anda hadirkan dalam percintaan, seperti rasa kasih sayang, kelembutan, dan lainnya, maka Anda semakin mampu menarik perhatian pria. Namun bukan berarti Anda berpura-pura menonjolkan sisi feminin untuk menggaet pria idaman. Mengertilah bahwa pria, dengan sisi maskulin yang menonjol dalam dirinya, membutuhkan pasangan yang bisa dan mau dilindunginya, disayanginya, selain juga pria ingin dibutuhkan oleh Anda.
Anda boleh menonjolkan sisi maskulin dalam diri ketika berada dalam dunia kerja. Dengan menunjukkan bahwa kualitas Anda tak kalah hebatnya dengan pria. Namun dalam percintaan, Ong menyarankan, Anda perlu meredam sisi maskulin dan menonjolkan energi feminin tersebut. Walaupun bukan berarti Anda tak bisa menggunakan energi maskulin dalam percintaan.
Prinsipnya, untuk mendapatkan hubungan yang harmonis dan setara, Anda dan pasangan perlu lebih peka untuk mengelola energi feminin dan maskulin yang ada dalam diri setiap pribadi. Semakin Anda mampu mengendalikan dua energi ini, berbagai sisi kehidupan Anda pun akan lebih seimbang dan harmonis.
Coba saja temukan sisi feminin dalam diri Anda, yang sekiranya mampu menyelamatkan hubungan atau bahkan membantu Anda menemukan pria idaman.
Wednesday, October 26, 2011
About Madura Language
Bahasa Madura memiliki beberapa ciri atau keunikan tertentu yang tidak ada pada bahasa-bahasa daerah lainnya termasuk bahasa Indonesia sendiri. Sungguh sangat disayangkan sebagian ahli bahasa Madura maupun orang Madura sendiri tidak pernah mempermasalahkannya. Salah satu keunikannya adanya fonem-fonem Madura yang beraspirat atau pengucapan dengan dihembuskan seperti : bh, dh, gh, dan jh. Dalam hal ini mengapa keunikan bahasa Madura ini justru dihilangkan dalam Ejaan Bahasa Madura yang Disempurnakan? Padahal fonem-fonem ini bisa dijadikan sebagai pembeda makna.
Sebagai suatu bahasa, bahasa Madura mempunyai cirri-ciri khas baik dalam bidang fonologi (bunyi bahasa), morfologi (bentuk), maupun sintaksisnya (tata/susunan kata atau kalimat).
Keunikan bahasa Madura anatara lain :
1.-Tidak mengenal kata ganti orang ketiga;
2.-Mempunyai fonem-fonem beraspirat dan tanaspirat
Tanaspirat : baba (=bawah) Aspirat : bhabang (=bawang) atau bedhe, beddhe, beddhek beddeh.
Fonem beraspirat disebut konsonan berra’ antep., sedangkan yang tanaspirat disebut berra’ alos atau ambar gherrungan.
Hanya pada bahasa Madura saja yang mempunyai fonem beraspirat.
3.-Mempunyai fungsi morfem “Tang” atau “Sang”
Bahasa Madura “asli” yang belum terpengaruh bahasa lain, sebagai penanda milik (possessive pronoun) orang pertama dalam tingkat bahasa umum “enja’-iya” , dipakai istilah “tang” atau “sang”.
Contoh: tang buku (=buku saya) bukan : bukuna sengko’.
4.- Mempunyai fungsi morfem (--a).
Untuk menyatakan kata kerja bentuk future “akan”, menggunakan sufiks (--a)
Contoh: Sengko’ abinea (=saya akan beristri); Sengko’ burua/rembi’eh (=saya akan lari)
5.-Mempunyai fungsi prefiks (e--).
Kalimat pasif bahasa Madura mudah diketahui dengan dipakainya prefiks (e-) pada kata kerjanya, baik pelakunya orang pertama, kedua atupun ketiga.
Contoh: Areya se ekaterroe bi’ sengko’ (= Ini yang diinginkan saya).
Keunikan bahasa madura selain dari hal tersebut di atas ada beberapa penempatan kata untuk diri sendiri dan orang kedua yg berbeda dengan bahasa daerah lain
Contoh untuk diri sendiri: nekah de’nah kauleh bukan “nekah kaanggunganna kaule” (=ini milik saya)
Contoh untuk orang kedua: nekah kaangungannah sampean (=ini milik sampean)
Mungkin kesulitannya ada beberapa kata/kalimat bahasa madura di antara daerah satu dengan yg lainnya tidak sama,
Contoh: debhe, belleng, lece’, carpa’, lanyap, ngobhus, padahal artinya sama (=bohong)
Berbicara tentang ejaan bahasa Madura, berbagai tanggapan muncul dikalangan ahli bahasa Madura ataupun dari sekelompok orang yang hanya bisa memaksakan kehendaknya sedang pengetahuan tentang bahasa Maduranya miskin sekali.Quo vadis, ejaan Madura? Ada yang berpendapat kalau kita memakai tambahan symbol bunyi, seperti titik bawah, huruf a bersinkop dan aksen miring ke kiri, tambahan huruf h, dll, itu berarti tidak hemat. Namun menurut pendapat beberapa pakar bahasa Madura, ejaan hasil sarasehan 1976 , yang menghasilkan suatu ejaan yang dinamakan "Ejaan Bahasa Madura Yang Disempurnakan",tidak mewakili lidah Madura. Sampai sekarang ejaan ini dipakai dipakai dalam buku-buku pelajaran bahasa Madura di seluruh Madura, namun tidak mendapat pengesahan dari pihak yang berwenang sebagai ejaan yang akan dibakukan. Ejaan ini rupa-rupanya bertaklid begitu saja pada "Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan".Idealnya, bahasa Madura diwakili huruf-huruf yang mendukung semua lafad Madura. Jangan sampai seperti mempelajari bahasa Inggris selain arti kata-kata, masih memikirkan apa dan bagaimana lafad sebuah kata yang tulisan dan bacaannya jauh berbeda. Tambahan symbol bunyi pada bahasa Madura sangat diperlukan, seperti halnya bahasa Perancis, demi tepatnya ucapan. Untuk itu, Ejaan Madura Tepat Ucap (EMTU) menyajikan beberapa “Lambang Bunyi” dan mengfungsikan fonem beraspirat yang berfungsi sebagai pembeda makna (fonemik). Ini merupakan bentuk-bentuk linguistic yang dapat dikatakan “unik” di dalam hal kebahasaan.
Kemudian pada tahun 2004 muncul Ejaan Bahasa Madura yang disempurnakan yang merupakan tindak lanjut hasil lokakarya Ejaan Bahasa Madura oleh Balai Bahasa Surabaya pada tahun 2002. Ejaan ini hampir sama dengan ejaan EMTU yang digagas pada tahun 1988. Dari hasil penyelarasan dalam lokakarya tersebut, disusun buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Madura Yang Disempurnakan”.
Ejaan bahasa Madura tahun 2004 sudah disusun dengan pendekatan-pendekatan kaidah dan memperhatikan jati diri etnis Madura. Dalam sosialisasinya, ejaan ini meski masih mendapatkan pertentangan dari beberapa kelompok yang masih keberatan, namun telah mendapat tanggapan positif dari para praktisi dan pemerhati bahasa Madura dan bahan-bahan pelajaran SD/SLTP telah memakai ejaan bahasa Madura 2004 ini.
Sebagai suatu bahasa, bahasa Madura mempunyai cirri-ciri khas baik dalam bidang fonologi (bunyi bahasa), morfologi (bentuk), maupun sintaksisnya (tata/susunan kata atau kalimat).
Keunikan bahasa Madura anatara lain :
1.-Tidak mengenal kata ganti orang ketiga;
2.-Mempunyai fonem-fonem beraspirat dan tanaspirat
Tanaspirat : baba (=bawah) Aspirat : bhabang (=bawang) atau bedhe, beddhe, beddhek beddeh.
Fonem beraspirat disebut konsonan berra’ antep., sedangkan yang tanaspirat disebut berra’ alos atau ambar gherrungan.
Hanya pada bahasa Madura saja yang mempunyai fonem beraspirat.
3.-Mempunyai fungsi morfem “Tang” atau “Sang”
Bahasa Madura “asli” yang belum terpengaruh bahasa lain, sebagai penanda milik (possessive pronoun) orang pertama dalam tingkat bahasa umum “enja’-iya” , dipakai istilah “tang” atau “sang”.
Contoh: tang buku (=buku saya) bukan : bukuna sengko’.
4.- Mempunyai fungsi morfem (--a).
Untuk menyatakan kata kerja bentuk future “akan”, menggunakan sufiks (--a)
Contoh: Sengko’ abinea (=saya akan beristri); Sengko’ burua/rembi’eh (=saya akan lari)
5.-Mempunyai fungsi prefiks (e--).
Kalimat pasif bahasa Madura mudah diketahui dengan dipakainya prefiks (e-) pada kata kerjanya, baik pelakunya orang pertama, kedua atupun ketiga.
Contoh: Areya se ekaterroe bi’ sengko’ (= Ini yang diinginkan saya).
Keunikan bahasa madura selain dari hal tersebut di atas ada beberapa penempatan kata untuk diri sendiri dan orang kedua yg berbeda dengan bahasa daerah lain
Contoh untuk diri sendiri: nekah de’nah kauleh bukan “nekah kaanggunganna kaule” (=ini milik saya)
Contoh untuk orang kedua: nekah kaangungannah sampean (=ini milik sampean)
Mungkin kesulitannya ada beberapa kata/kalimat bahasa madura di antara daerah satu dengan yg lainnya tidak sama,
Contoh: debhe, belleng, lece’, carpa’, lanyap, ngobhus, padahal artinya sama (=bohong)
Berbicara tentang ejaan bahasa Madura, berbagai tanggapan muncul dikalangan ahli bahasa Madura ataupun dari sekelompok orang yang hanya bisa memaksakan kehendaknya sedang pengetahuan tentang bahasa Maduranya miskin sekali.Quo vadis, ejaan Madura? Ada yang berpendapat kalau kita memakai tambahan symbol bunyi, seperti titik bawah, huruf a bersinkop dan aksen miring ke kiri, tambahan huruf h, dll, itu berarti tidak hemat. Namun menurut pendapat beberapa pakar bahasa Madura, ejaan hasil sarasehan 1976 , yang menghasilkan suatu ejaan yang dinamakan "Ejaan Bahasa Madura Yang Disempurnakan",tidak mewakili lidah Madura. Sampai sekarang ejaan ini dipakai dipakai dalam buku-buku pelajaran bahasa Madura di seluruh Madura, namun tidak mendapat pengesahan dari pihak yang berwenang sebagai ejaan yang akan dibakukan. Ejaan ini rupa-rupanya bertaklid begitu saja pada "Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan".Idealnya, bahasa Madura diwakili huruf-huruf yang mendukung semua lafad Madura. Jangan sampai seperti mempelajari bahasa Inggris selain arti kata-kata, masih memikirkan apa dan bagaimana lafad sebuah kata yang tulisan dan bacaannya jauh berbeda. Tambahan symbol bunyi pada bahasa Madura sangat diperlukan, seperti halnya bahasa Perancis, demi tepatnya ucapan. Untuk itu, Ejaan Madura Tepat Ucap (EMTU) menyajikan beberapa “Lambang Bunyi” dan mengfungsikan fonem beraspirat yang berfungsi sebagai pembeda makna (fonemik). Ini merupakan bentuk-bentuk linguistic yang dapat dikatakan “unik” di dalam hal kebahasaan.
Kemudian pada tahun 2004 muncul Ejaan Bahasa Madura yang disempurnakan yang merupakan tindak lanjut hasil lokakarya Ejaan Bahasa Madura oleh Balai Bahasa Surabaya pada tahun 2002. Ejaan ini hampir sama dengan ejaan EMTU yang digagas pada tahun 1988. Dari hasil penyelarasan dalam lokakarya tersebut, disusun buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Madura Yang Disempurnakan”.
Ejaan bahasa Madura tahun 2004 sudah disusun dengan pendekatan-pendekatan kaidah dan memperhatikan jati diri etnis Madura. Dalam sosialisasinya, ejaan ini meski masih mendapatkan pertentangan dari beberapa kelompok yang masih keberatan, namun telah mendapat tanggapan positif dari para praktisi dan pemerhati bahasa Madura dan bahan-bahan pelajaran SD/SLTP telah memakai ejaan bahasa Madura 2004 ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)




